PROLOG
H
|
ari
ini adalah hari pertama masuk tahun ajaran baru, setelah beberapa hari sibuk
mondar-mandir ngurusin pendaftaran sekolah dan pada akhirnya gue dapat diterima
di SMP yang gue inginkan.
Pada
hari pertama masuk sekolah, gue sebagai murid baru tentu saja gue berpenampilan
se-rapi dan se-bagus mungkin, karena ini sebagai awal yang bagus untuk
menunjukkan ke calon temen-temen gue kalo gue itu orangnya selalu rapi dan
bersih.
Dari
rumah gue diantar oleh bokap gue ke sekolah dengan motor. Sekitar 30 menit
kemudian gue pun tiba disekolah, lalu gue pun masuk ke kelas yang sudah
dibagikan ke masing-masing murid yang diterima disekolah itu.
Ketika
masuk kelas eh, gue gak nyangka rupanya temen SD gw yaitu: Vito dan Amar yang
dulu pernah sekelas sama gue ketemu lagi. Dan sialnya mereka duduk barengan
sedangkan gue ditinggal duduk sendirian.
Gak
beberapa lama kemudian, kakak OSIS pengawas kelasnya pun datang dan menyuruh
kami untuk memperkenalkan diri masing-masing didepan kelas. Gak terasa tiba
saat giliran gue, dan anehnya gue pun jalan kedepan sambil senyum-senyum
sendiri. Setelah kami selesai memperkenalkan diri, kami pun diberi tahu oleh
kakak OSISnya barang-barang yang harus dibawa saat MOS.
Keesokan
harinya, seperti biasa gue pun tetap berpenampilan rapi dan bersih. Lalu gue
pun diantar oleh bokap gue ke sekolah. Setibanya disekolah, gue kaget tempat
duduk yang gue tempatin kemarin ada yang dudukin. Ya jadi mau tidak mau ge
harus pindah ke tempat anak yang duduk sendirian.
Selama
gue duduk bareng dia, kami hanya saling diam dan tidak timbul di benak gue
untuk kenalan sama dia. Sementara temen SD gue dulu Si Vito sama Amar terus
nyuruh gue untuk kenalan sama orang yang duduk disebelah gue. Seiring
berjalannya waktu akhirnya gue pun kenal dia tanpa ada perkenalan resmi.
Rupanya selama ini yang duduk bareng gue Namanya Darrell. Menurut gue sih
Darrell itu anaknya enak diajak ngobrol, jago sih Matematika sama Bahasa
Inggrisnya. Dengan keadaan seperti ini gue lebih diuntungkan apalagi kalo ada
tugas Matematika yang gak gue ngerti, gue bisa kerja sama sama dia.
Setelah
beberapa gue dan Darrell saling kenal, kita pun mulai ngobrol apapun. Dan yang
paling gue ingat kalo dia pernah ngomong, saat MOS yang beberapa bulan yang
lalu, yang dia pikir duduk sebangku dengannya itu anak BOPUNG ( Bocah Kampung )
karena emang kebetulan pada saat itu rambut gue emang panjang makanya gak salah
dia ngira kalo dia duduk bareng BOPUNG.
Hari
demi hari telah berlalu, setelah kenal sama si Darrell gue juga kenal sama
temen baru, orangnya sih agak gemuk dan kulitnya agak item Namanya Bimo. Bimo
itu anaknya enak diajak ngobrol, suka bercanda, jago main gitar pokoknya seru
deh anaknya. Gue kenal sama Bimo pun dengan cara yang tidak biasa tanpa adanya
perkenalan yang resmi, jadi gue kenal sama Bimo gara-gara gue sama dia suka
wisata kuliner sama dia di kantin.
Setelah
kenal sama Bimo, gue pun dikenalin temen sama si Darrell, namanya Hakam. Hakam
itu anaknya kocak, suka bercanda, kadang nyebelin apalagi kalo dia punya usul,
usulannya harus didengerin dan harus dilaksanakan. Dan gak beberapa lama
kemudian gue dikenalin lagi sama Bimo namanya Ihsan. Ihsan itu anaknya suka
caper ( cari perhatian ), suka bercanda, baik.
TO BE CONTINUED...
TO BE CONTINUED...
Komentar
Posting Komentar